Bertualang Bersama Imajinasi dan Dunia Kata

MENGGALI SISI POSITIF DI BALIK ENERGI NEGATIF PASANGAN



Resensi ini tayang di Radar Sampit, 31 Jan 2016
 
Judul Buku     : Menjadi Wanita yang Dapat Mengubah Energi Negatif ke Positif pada Pasangan
Penulis            : Rindi Antika
Penerbit          : Diva Press, Yogyakarta.
Tahun              : I, September  2015.
Tebal               : 192 halaman.
ISBN               : 978-602-0806-29-7

    Dalam diri kita sebagai manusia, ada dua energi yang saling bertolak belakang, yaitu energi positif dan energi negatif. Kedua energi itu berpengaruh pada perilaku, sehingga mana yang paling kuat ada dalam diri, itulah yang paling dominan terlihat pada perilaku kita. Energi negatif akan selalu membawa pada keburukan dan energi positif membawa pada kebaikan.
    Sejatinya perkembangan kualitas hidup seseorang tergantung pada energi yang menyertai jiwanya.  Apakah energi positif atau energi negatif yang akan dinyalakan di dalam hatinya. Manusia diberikan kebebasan untuk menafsirkan dan memilih diantara kedua unsur energi tersebut.
    Ketika jiwa seseorang gagal untuk mempertahankan sisi positif, maka akan banyak tercipta ruang baginya untuk merasa rendah diri dan negatif. Pikiran, perasaan, kata-kata, dan sikapnya negatif. Bahkan, hal ini tidak hanya berhenti pada dirinya, tetapi juga orang-orang yang berinteraksi dengannya dan tempat-tempat yang ia kunjungi pun menjadi negatif. Orang tersebut akan menyalurkan pikiran negatif terhadap lingkungan sekelilingnya secara terus menerus. Sebab, energi negatif dapat mempengaruhi hidup seseorang dan orang-orang yang ada disekitarnya. (halaman 5).
    Memiliki prinsip hidup positif merupakan suatu hal yang sangat penting. Perubahan mental, keteguhan dalam pendirian, dan karakter yang kuat berpengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang dalam menggeser pemikiran yang cenderung gagal. Oleh karena itu, prinsip hidup positif bisaanya berbanding lurus dengan kesuksesan seseorang.
    Dalam kehidupan berumah tangga pun penting sekali untuk menumbuhkan prinsip-prinsip hidup positif pada kedua pasangan. Karena hal ini bisa membawa pada kebahagiaan hidup dan kelanggengan biduk rumah tangga. Kebahagiaan pasangan tergantung pada kemampuan pasangan dalam memfokuskan energi positif.
    Menggali sisi positif di balik energi negatif pasangan diperlukan pemahaman dan kepekaan yang bagus dalam menangkap hal-hal yang bisa memicu keretakan dalam rumah tangga. Beberapa energi negatif yang biasaanya terlihat dalam rumah tangga adalah perasaan cemburu yang berlebihan, mudah tersinggung, pelit, banyak bicara, bertingkah, kaku, dan lain-lain.
    Bagi istri yang ingin menjadikan energi negatif sebagai hikmah, anggaplah kecemburuan yang berlebihan itu sebagai bentuk tanda cinta. Apabila pasangan dipenuhi rasa curiga terhadap aktivitas kita di luar rumah, jadikanlah itu sebagai bentuk perhatian dan ungkapan rasa sayang pasangan pada kita. Energi positif yang kita keluarkan itu bisa membuat kita lebih rileks dan tenang menerimanya. Kemudian ajak pasangan berkomunikasi dengan baik dan  berikan penjelasan dengan baik. (halaman 167).
    Adakalanya juga, dalam berumah tangga, seorang suami terkesan pelit dalam urusan keuangan. Jangan melihatnya sebagai energi negatif, tetapi maknai sebagai perilaku hemat yang dilakukan pasangan. Dalam hal ini, yang menentukan adalah sikap istri adalah kesadaran serta persepsi dalam mengelola keuangan rumah tangga.  Hal yang baik dilakukan adalah membuat prioritas antara keinginan dan kebutuhan. (halaman 173).
    Kekuatan energi positif akan membuat cara pandang kita terhadap sesuatu yang menurut kebanyakkan orang negatif menjadi positif. Artinya, kita akan lebih cerdas dalam mengambil hikmah tersembunyi di balik energi negatif yang ada.
    Segenap energi positif yang kita miliki bisa mengubah setiap energi negatif pasangan menjadi energi yang menyuburkan kebahagiaan rumah tangga. Kita tidak akan melihat keterbatasan pasangan sebagai penghambat terciptanya pilar-pilar keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga.
    Hadirnya buku ini dapat memberikan kontribusi dalam hubungan  setiap pasangan dalam biduk rumah tangga. Setiap pasangan diharapkan mampu menggali energi-energi positif di balik energi negatif pasangan. Sehingga, angka-angka kehancuran alias perceraian rumah tangga bisa berkurang, karena setiap pasangan bisa saling memahami satu sama lain. Selamat membaca.
  

   
Diresensi oleh: Muhammad Saleh*

PANDUAN MENULIS KHUSUS UNTUK ANAK

Rahasia Sebuah Cerita
Cover Buku Rahasia Sebuah Cerita
 Resensi ini tayang di Radar Sampit, 21 Juni 2015
 
Judul Buku     : Rahasia Sebuah Cerita
Penulis            : Veronica W.
Penerbit          : Kanisius, Yogyakarta.
Tahun              : I, 2015.
Tebal               : 94 halaman.
ISBN               : 978-979-21-4162-7

    Banyak buku panduan dan teori menulis yang sudah beredar di toko-toko buku. Namun, belum ada yang khusus di tunjukkan buat anak-anak. Buku Rahasia Sebuah Cerita ini adalah buku panduan menulis yang dibuat untuk anak-anak.
    Lewat buku ini penulis ingin mengajak anak-anak yang mempunyai minat untuk menjadi seorang penulis cilik untuk mengungkap rahasia penulisan sebuah cerita. Gaya bahasa yang disajikan mudah dipahami anak sehingga akan memudahkan belajar dalam merangkai kata.
    Secara umum buku ini terbagi dalam lima bagian, yaitu Mengapa Menulis?, Ada Apa dalam Ceritamu?, Yuk, Mulai Menulis!, Memperindah Cerita, dan Sebarkan Ceritamu. Kelima hal tersebut adalah poin penting yang harus di pahami oleh anak.
    Belajar menulis itu sama pentingnya dengan belajar matematika. Dengan menulis, anak-anak bisa menuangkan ide ke dalam tulisan. Kalau sering menulis, otak jadi terbiasa berpikir. Kalau sudah terbiasa menulis, pelajaran mengarang di sekolah tidak akan menjadi masalah lagi. (halaman 7).
    Saat belajar menulis, anak bisa memulainya dengan tulisan-tulisan sederhana, misalnya catatan perjalanan, cerita tentang keluarga, atau pengalaman baru yang di temui. Anak bisa menuliskan ceritanyanya di buku harian ataupun diari. Menuliskan  pengalaman yang menarik ataupun lucu bisa membuat anak bersemangat dalam merangkai kalimat.
    Menulis itu perlu latihan rutin sebagaimana olahraga. Usahakan agar anak bisa menulis setiap hari, supaya tulisannya semakin bagus, dan prosesnya pun semakin lancar. Tidak perlu banyak-banyak, cukup satu atau dua paragraf. Awalnya memang agak susah, namun lama-lama pasti akan terasa mudah. (halaman 10).
    Hal penting yang harus di tentukan sebelum menulis adalah tema. Tema merupakan inti cerita yang akan di tulis. Misalnya tulisan bertema persahabatan, kepahlawanan, ataupun cerita dengan tema lingkungan hidup. Kalau sudah mendapatkan tema, tinggal mencari ide cerita yang menarik.
    Mencari ide memang gampang-gampang susah. Kadang, ide datang saat tidak dicari. Kalau sedang di butuhkan, ide malah seperti bersembunyi entah kemana sehingga membuat kepala terasa pusing memikirkannya. Menyediakan buku kecil adalah salah satu cara untuk megikat ide yang tiba-tiba muncul.
    Pada bagian “Yuk, Mulai Menulis!” anak akan di pandu bagaimana membuat judul yang menarik yang membuat pembaca penasaran. Judulnya bisa lucu, rahasia dan misterius, ataupun berima. Selanjutnya anak dipandu membuat kalimat pembuka yang menarik, mencari komflik dan klimaks, dan bagaimana menutup sebuah cerita yang bagus. (halaman 25-40).
    Di bagian “Memperindah Cerita” di jelaskan bagaimana menjadikan tulisan lebih bagus yaitu dengan banyak membaca karya orang lain sehingga mempunyai banyak kosa kata baru, mengeditnya, dan juga merapikan tulisan yang banyak salah ketik serta merubah kalimat-kalimat yang terasa janggal.
    Bagian terakhir “Sebarkan Ceritamu” anak akan di pandu bagaimana cara mempublikaskan ceritanya. Bisa lewat buku harian, blog, kirim ke majalah atau koran, ataupun dibukukan dengan di kirim ke penerbit. Sehingga cerita yang dibuat tidak menumpuk sia-sia dalam file komputer. (halaman 51-59).
Dengan melahap isi buku yang tidak terlalu tebal ini anak-anak akan paham dan tahu tips menemukan ide cerita, tips mencari nama tokoh, tips membuat konflik, tips membuat judul yang menarik, hingga tips membuat twist yang menjadikan cerita kita luar biasa.
Panduan menulis dalam buku ini memang di khususkan buat anak-anak, jadi gaya bahasanya ringan, ringkas, padat, dan jelas. Sehingga anak akan mudah memahaminya. Menariknya, buku ini dilengkapi permainan menarik bagaimana meningkatkan keterampilan dalam menulis. Ada juga bonus cerita-cerita seru di akhir buku ini. Walaupun buku ini di tunjukkan buat anak-anak, tetapi buku ini juga bisa dibaca oleh semua usia.   Selamat membaca.

Diresensi oleh: Muhammad Saleh*
*Alumnus STAI Al-Washliyah Barabai, Kalimantan Selatan.

MEMANCING BELUT

Memancing Belut- Majalah Bobo
Memancing Belut- Majalah Bobo
Tayang di Majalah Bobo Edisi. 04, 2 Mei 2013

    Kletok!
    Bagas meletakkan stick PlayStation. Sudah dua jam lebih ia memainkan Winning Eleven terbaru setelah makan siang tadi. Ia merasa bosan bermain sendiri. Liburan sekolah kali ini hanya diisi dengan bermain game saja. Ayah dan ibunya sangat sibuk berjualan di pasar. Hingga tak ada acara piknik keluarga ke tempat wisata.
    Akhirnya, Bagas memutuskan keluar rumah untuk menghilangkan kejenuhannya. Ia mengambil sepeda di garasi. Semenjak Bagas dibelikan PlayStation  oleh Ayah, ia tak pernah lagi bermain di luar rumah dengan teman-teman sebaya.
    Ayah dan Ibu senang Bagas selalu berada di rumah. Sebab mereka tak bisa selalu mengawasi Bagas karena terlalu sibuk di pasar. Itulah alasan mereka membelikan Bagas PlayStation.
    Di tengah jalan ia berpapasan dengan Rudi dan Tono. Di tangan mereka masing-masing memegang sebuah embar dan sebilah lidi enau yang sudah dipasangi tali senar dan kawat pancing.
    “Kalian mau kemana?” tegur Bagas.
    “Kami mau memancing belut,” jawab Tono.
    “Memancing belut?”
    “Iya. Kamu mau ikut?” tawar Rudi.
    Bagas mengangguk. Dari pada tidak tahu harus kemana, mendingan ikut mereka, pikir Bagas. Ia juga penasaran bagaimana cara memancing belut? Kalau memancing ikan Nila dan ikan Mas, ia pernah ikut bersama Ayah yang memang hobi memancing, di kolam pemancingan.
Bagas menitipkan sepedanya di rumah Tono. Mereka langsung menuju sawah yang tak terlalu jauh dari perkampungan. Mulanya Bagas ragu menginjakkan kaki di lumpur. Ia takut kotor. Bagas hanya berdiri di pematang.
“Ayo...! Tidak apa-apa.” kata Rudi.
Bagaspun menurut. Ia turun dengan pelan. Bagas tidak takut lagi celana pendeknya kotor. Nanti bisa dicuci di sungai. Bagas meminta Tono untuk menjelaskan bagaimana cara memancing belut.
“Mula-mula temukan dulu lobang kecil di permukaan lumpur.” jelas Tono. “Setelah itu jentikkan jari di permukaan lobang, jika airnya naik berarti ada belutnya. Tinggal kita ulurkan saja pancing kita,” tambah Tono.
    Bagas mengangguk mengerti. Ia mencari-cari lobang di atas lumpur. Tak berapa lama ia menemukannya. Ia tampak senang.
    “Hei...di sini ada lobang!” teriak Bagas. Tono dan Rudi segera mendekat.
    “Coba jentikkan jarimu,” suruh Rudi. Bagas menjentikkan jarinya di permukaan lubang. Tiba-tiba air dalam lobang tampak naik dan meluber keluar.
    “Iya, itu lobang belut. Cepat ulurkan pancingnya,” kata Tono penuh semangat.
    Karena Bagas belum tahu cara memancing belut, maka Rudi yang melakukannya. Ia melambung-lambungkan umpan di atas permukaan air pada lobang. Air dari lobang naik ke permukaan.
    Cuuuup!
    Umpan disambar dan langsung ditarik ke dalam lobang. Setelah mendiamkan beberapa detik Rudi menariknya.
    “Kena...!” jerit Rudi. Ia menarik senarnya dengan kuat. Belutpun terayun-ayun keluar dari lobang.
    “Wah...., belutnya besar sekali.” kata Bagas kagum. Tono dan Rudi pun tak kalah senang. Ini tangkapan pertama mereka.
    Dengan penuh semangat mereka mencari lobang-lobang belut yang lain. Bagas kembali menemukan sebuah lobang di pinggiran pematang. Ia mengulurkan pancing. Dan... cuuppp! Umpannya langsung disambar.
    Begitu senar berhasil ditarik, Bagas terlonjak kaget dan melompat ketakutan. Ternyata yang ia pancing tadi bukan lobang belut, tapi lobang ular. Tono dan Rudi meminta maaf  karena tadi lupa menjelaskan, bahwa tak semua lobang di sawah itu lobang belut.
    “Untung bukan tangan kamu yang digigitnya,” kata Tono. Bisa ular tanah memang tak sehebat bisa ular cobra. Tetapi ular tanah juga cukup berbahaya.
 Tak terasa waktu sudah sore. Ember mereka sudah penuh puluhan belut. Bagas senang sekali, ternyata memancing belut lebih menyenangkan dari bermain game. Ketika Tono mau memberikan jatah Bagas, ia menolak. Bagas bilang ia tak pernah makan belut, dan tak ada yang bisa memasaknya di rumah.
    Ketika Bagas makan malam bersama Ayah dan Ibu, Tono datang bertamu. Tangan Tono menenteng sebuah rantang.
    “Apa ini?” tanya Bagas ketika Tono memberikannya.
    “Belut hasil tangkapan kita yang sudah dimasak ibuku dengan sambal kuning,”
    Ayah dan ibu saling pandang, mereka juga tak pernah makan daging belut. Karena penasaran akhirnya mereka mencicipi.
    “Wah...,enak sekali,” Puji Ibu. Ayah dan Bagas juga tak ketinggalan memberikan pujian. Mereka baru tahu ternyata daging belut itu enak sekali.
    Ayah yang hobi memancing meminta Bagas dan Tono mengajaknya memancing belut besok. Ibu juga berjanji akan belajar bagaimana cara memasak belut yang enak pada ibunya Tono.
    Bagas gembira sekali. Akhirnya orangtuanya ada waktu menemaninya. Pasti menyenangkan memancing belut bersama ayah, batinnya. Bagas sudah tak sabar menunggu hari esok tiba.

    Barabai, 19 Feb 2012

COWOK DANGDUT

Cowok Dangdut- Majalah Hai
Cowok Dangdut- Majalah Hai
Cerpen ini tayang di HAI No. 41 yang terbit 14 Oktober 2013

    Bruaacchhhh.....!!!
    Soft drink yang baru diminum langsung menyembur lagi keluar dari mulut Aldri. Ia melongo tak percaya. Ayla, mantan ceweknya, jalan sama cowok baru. Bergandengan tangan. Mesra lagi. Hatinya meletup-letup kayak petasan.
    Aldri menoleh sedikit pada Bino, sahabatnya, yang duduk di depannya. Aldri baru nyadar kalau Bino menatap penuh murka. Terang saja, wong mukanya kini belepotan tak karuan. Terkena hujan dadakan dari mulut Aldri. Udah itu bau lagi. Eh..jijik banget kan!
    “Kalau muntah lihat-lihat dong! Emang muka ku tong sampah apa?” seru Bino galak bin kesal sambil membersihkan mukanya dengan tisue. Ia mengomel-omel dengan mulut menyang-menyong.
    “Eh...sori-sori, aku nggak sengaja.” Aldri nyengir tanpa dosa. Bino tak menyahut. Ia masih sangat kesal. Setengah ketampanannya terasa telah hilang.
    Aldri berdiri dan berlari ke ambang pintu restoran siap saji itu. Ia edarkan matanya. Namun, Ayla tak terlihat lagi. Ia kembali menghampiri Bino dengan kecewa.
    “Tadi aku lihat Ayla,”
    “Oh ya..,’ Bino menyahut cuek. Hatinya masih dongkol.
    “Dia jalan sama cowok,”
    “Lho.. kok bisa? Kan kalian baru seminggu lalu putus? Masa dia sudah punya pacar baru lagi?” masih sok cuek.
    “Nah itu dia. Tadi aku mau siapa cowok itu? Tapi Ayla keburu menghilang,”
    Aldri dan Ayla memang baru saja putus. Mereka bertengkar hebat hanya gara-gara hal yang sepele. Ayla lupa hari jadi mereka gara-gara ia harus mengerjakan tugas sekolah yang menumpuk dan harus segera dikumpulkan.
Siapa sih cowok itu? Aldri semakin penasaran.
***
    Ketika sekolah bubar, hati Aldri berdesir menahan gejolak. Cemburu dan marah bercampur rasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya di depan mata. Ayla jalan bareng dengan cowok gendut, item, dan berambut kriwil di hadapannya. Seolah-olah memang sengaja manas-manasin Aldri. Nggak salah nih? Aldri menyakinkan pandangannya dengan mengucek-ucek kedua bola matanya.
    “Nggak salah tuh Ayla? Masa jalan bareng sama Edho?” komentar Bino yang juga merasa “terpukau” dengan apa yang dilihatnya. Sangat kontras dengan diri Ayla yang putih dan cantik.
    “Edho? Dari mana kamu tahu nama dia? Anak baru?” Aldri menatap sahabatnya. Kok bisa-bisanya Bino kenal dengan cowok itu.
    “Iya! Edho murid baru di kelas sebelah. Masa kamu nggak tahu? Makanya gaul dikit dong. Hehe...”
    “Katanya sih Edho itu jago nyanyi dangdut. Suaranya merdu kayak Ridho Rhoma gitu,” lanjut Bino sok tahu sambil nyengir. Padahal, ia belum pernah dengar sekalipun suara Edho lagi nyanyi. Cuma dengar bisik-bisik cewek yang lagi ngegosip saja.
    “Jadi Edho itu suka nyanyi dangdut? Pantesan saja Ayla mau dekat dengan si gendut itu? Ayla kan juga suka lagu-lagu dangdut,”
    Aldri tak terima ia kalah saingan dengan cowok dangdut kriwil itu. Kalau lebih oke dari dia sih nggak seberapa mengkal hatinya. Lha ini si Edho? Nggak banget kan? Sama saja dengan malu-maluin Aldri sebagai mantan pacarnya.
    “Nah..itu dia!” tiba-tiba Bino berseru girang.
    “Apaan sih teriak-teriak?” serang Aldri judes.
    “Kamu kan masih cinta dengan Ayla? Ya taklukin aja Ayla dengan lagu dangdut kesukaannya,”
    “Maksudnya?”
    “Yah...lola banget sih jadi orang,” Bino menjetak kepala Aldri gemas. “Maksudnya, kamu nyanyi lagi dangdut di hadapan Ayla. Biar dia tahu, kalau suara kamu nggak kalah sama si Edho itu,”
    “Aku nyanyi lagu dangdut?” Aldri menunjuk hidungnya sendiri. “Nggak deh. Mending aku gantung diri di pohon cabe dari pada nyanyi dangdut di hadapan Ayla. Malu-maluin tahu?!”
    “Yah...terserah kamu deh. Nggak nyesal Ayla jadi milik Edho?” Bino mengangkat kedua bahunya. Cuek. Ia berpura-pura tak peduli lagi lalu berjalan menuju pintu gerbang.
    “Tunggu, Bin,” kejar Aldri. Bino tersenyum simpul.“Gimana caranya?” Aldri sudah menjajari langkah Bino.
***
    Bino berjalan dengan percaya diri menuju rumah Ayla yang sedang party merayakan ulang tahunnya ke tujuh belas. Lalu, ia menoleh ke belakang.
    “Ayo buruan! Kayak siput aja jalannya,”
    “Ta...tapi aku nggak di undang sama Ayla,” Aldri urung melangkah.    “Percuma dong kita udah latihan seminggu ini nyanyi-nyanyi dangdut kalau kamu nggak jadi masuk,”
    Aldri menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan. Ia coba meyakinkan diri. Lalu dengan mantap melangkah mengikuti Bino.
    Ayla tampak sangat anggun dengan gaun pesta berwarna ungu yang ia kenakan. Gadis itu menjadi pusat perhatian karena memang malam ini dia adalah ratunya. Beberapa temannya mengelilingi dan bergantian memberikan ucapan selamat.
Namun, yang sedikit mengganggu pemandangan adalah adanya Edho di sisi Ayla. Benar-benar pasangan yang tak serasi. Aldri yang memperhatikan dari sudut jauh mendengus kesal. Kok bisa-bisanya sih Ayla jatuh cinta dengan cowok dangdut gendut kriwil  itu?
Bino mendatangi MC acara yang sedang ada di atas panggung. MC itu hanya manggut-manggut sambil tersenyum mendengarkan omongan Bino. Tak lama setelah berbasa-basi sebentar, MC itu langsung memannggil.
“Kita sambut AL...DRI....,” sontak semua berpaling ke arah panggung.
Semua tertawa melihat Aldri yang hampir jatuh naik panggung saking gugupnya. Aldri mengatur napasnya perlahan. Memandangi seluruh orang-orang yang hadir. Lalu berhenti pada satu titik. Ayla.
“Lagu ini khusus buat Ayla. Melalui lagu ini, aku ingin ia tahu, bahwa aku masih sangat mencintainya...”
Semua penasaran lagu apa yang akan dinyanyikan oleh Aldri? Begitu juga dengan Ayla, walaupun ia tadi sempat berpikir ingin mengusirnya karena datang ke pesta ulang tahunnya tanpa di undang. Kini, Ayla menunggu lagu apa yang akan dipersembahkan Aldri untuknya?
Alunan musik mulai mengalun sahdu. Dari intronya sudah dapat di duga kalau itu adalah sebuah lagu dangdut. Aldri mulai membuka suara.
Cuma kamu sayangku di dunia ini
Cuma kamu cintaku di dunia ini
.....
Lagu Cuma Kamu yang dinyanyikan Aldri mengalun indah seirama musik. Penuh perasaan. Semua dibuat kagum oleh penampilan Aldri yang apik walaupun suaranya tak begitu merdu. Ayla tak percaya mendengarnya. Aldri bisa nyanyi lagu dangdut? Selesai menyanyi, tepuk tangan bergemuruh.
 “Ini semua aku lakuin demi kamu Ayla. Jadi cowok dangdut pun aku rela asal kamu maukan maafin aku dan nerima aku lagi jadi pacar kamu?” seru Aldri tanpa basa-basi lagi.
Ayla tak menyangka Aldri rela berubah jadi cowok dangdut demi dia. Ayla langsung berlari dan memeluk Aldri dengan erat.
“Aku juga masih cinta sama kamu,”
Bino tak percaya, idenya ternyata berhasil menaklukan hati Ayla lagi. Walau sebenarnya ia iseng ingin ngerjain Aldri.
“Suara kamu merdu, walau cengkok dangdutmu tak terlalu bagus,” Edho tiba-tiba mendekat memberikan ucapan selamat. Aldri menatap Edho datar.
 “Dia sepupu aku,” ujar Ayla girang.
Sepupu? Aldri terperanjat. “Jadi dia bukan pacar baru kamu? Tapi kenapa kalian mesra banget di depanku?”
“Itu rencana Ayla buat manas-manasin kamu,” Edho langsung menyahut dengan jahilnya.
Ayla langsung mencubit Edho gemas karena menggodanya. Bino yang tadi hanya mendengarkan kini mendekat dan memberikan ucapan selamat. Aldri menggenggam tangan Ayla erat lalu membisikkan sesuatu. “Selamat ulang tahun honey...” 
 
Barabai, 2013.

GURU BK BUKAN SAMPINGAN


Resensi ini dimuat di Kedaulatan Rakyat, 24 Jan 2016

Judul Buku     : Pedoman Lengkap Evaluasi & Supervisi Bimbingan Konseling
Penulis            : Farid Mashudi
Penerbit          : Diva Press
Tahun              : I, Oktober  2015. 
Tebal               : 208 halaman.
ISBN               : 978-602-255-985-6 

    Melakukan evaluasi dan supervisi bimbingan konseling merupakan kegiatan yang penting. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi, kita bisa mengambil kesimpulan suatu kegiatan yang telah dilakukan dapat mencapai sasaran yang diharapkan atau tidak, kegiatan perlu diteruskan atau tidak. Sementara itu, supervisi dapat membantu pengambilan keputusan yang kemudian menjadi bahan atau bagian dari alat evaluasi untuk intervensi selanjutnya.  

    Buku ini menjabarkan secara lengkap bagaimana cara mengaplikasikan kegiatan evaluasi dan supervisi   dalam meningkatkan pelayanan bimbingan konseling. Evaluasi dan supervisi mempunyai pengertian yang berbeda.  Secara prinsip ada tiga sisi yang membedakan keduanya. Pertama, sisi tujuan utama. Supervisi bertujuan membuat suatu program tetap pada jalur, menyesuaikan dengan rencana, dan meningkatkan efesiensi. Sedangkan, evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan, meningkatkan efektivitas, mengukur dampak, dan melakukan perbaikan ke depan. Kedua, sisi frekuensi. Supervise bersifat regguler dan kontinu, sedangkan evaluasi bersifat episodic. Ketiga, sisi fokus. Supervisi memfokuskan diri pada input, output, proses, dan rencana kerja. Sedangkan, evaluasi memfokuskan diri pada efektivitas, relevansi, dampak, dan efektivitas biaya. (halaman 20). 

      Untuk  menjalankan kegiatan evaluasi dan supervisi, ada sejumlah prinsip yang harus di pegang teguh dan tidak boleh dilanggar, sehingga hasil yang di dapatkan sesuai harapan semua pihak yang terlibat, yaitu: objektif, transparan, partisipatif, akuntabilitas, tepat waktu, dan berkesinambungan

     Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbingan dan konseling, penilaian diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektifan layanan bimbingan yang telah dilaksanakan. Dengan informasi ini, dapat diketahui sampai sejauh mana derajat keberhasilan kegiatan layanan bimbingan dan juga dapat ditetapkan langkah-langkah tindak lanjut untuk memperbaiki dan mengembangakn program selanjutnya. Kegiatan evaluasi dan supervisi bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah ditetapkan. (halaman 27).

      Pentingnya melakukan evaluasi dan supervise di sekolah agar bisa memberikan umpan balik kepada konselor (pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan konseling, dan juga untuk memberikaan informasi kepada pihak pimpinan sekolah, konselor mata pelajaran, dan orang tua murid tentang perkembangan perilaku dan sikap, atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan murid agar secara bersinergi atau berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah.

      Kegiatan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah meliputi banyak aspek, baik yang menyangkut sumber daya manusia maupun instrument pendukung kegiatan lainnya. Beberapa aspek  tersebut diantaranya: lingkungan bimbingan, sarana yang ada, fasilitas tehnik dan fisik, pengelolaan dan admistrasi bimbingan, pembiayaan, partisipasi personal, dan proses kegiatan. 

    Melaksanakan program evaluasi dan supervise di lapangan mungkin akan mengalami kendala dan hambatan yang berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, namun secara umum hambatan yang paling banyak ditemui adalah pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah memiliki latar pendidikan yang bervariasi, baik di tinjau dari segi jenjang maupun program, sehingga kemampuannya dalam mengevaluasi pelaksanaan program BK pun sangat bervariasi, termasuk dalam menyusun, membakukan, dan mengembangankan intrumen evaluasi. 

    Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini menyajikan bahasan tentang pentingnya evaluasi dan supervisi untuk dunia bimbingan konseling. Panduannya praktis, disertai contoh instrument yang biasa digunakan untuk melakukan evaluasi dan supervisi. Melahap isi buku dan mengaplikasikannya dalam kegiatan, di harapkan pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Selamat membaca.
Powered by Blogger.
Back To Top